Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Agustus 2017

Cerita Seminggu #1 - Cuti

Saya emang lagi banyak waktu hehehehe, makanya jadi kangen nulis sambil sekalian blog walking yang udahhhhhhhh luamaaaaaa banget gak dilakuin. Sebenarnya kalau dipikir-pikir sekarang untuk nulis itu bukan gak ada waktu, tapi manajemen waktunya yg masih berantakana. Mudah-mudahan kedepan cita-cita saya untuk tetap bisa update blog minimal sebulan 2x bisa kesampean, amiiiiiiinnnnnnn.

Selasa, 12 Agustus 2014

Sedikit Cerita

Tunggu!!! 
Tidak ada maksud apapun untuk menuliskan ini, 
tapi untuk diceritakan pada orang lain walaupun teman dekat sekalipun kok rasanya gak layak. 
Hahahaha, secara ini bukan cerita yang bisa diceritakan sebagai ajang curhat.
Tapi menyimpannya sendiripun saya tak kuasa hehehe. 
So, kayaknya amanlah ya kalo dicurhatinnya di blog wkwkwkwk.
Kalo ingat gimana "sosok" ini sewaktu es em pe, 
sumpah dia bukanlah tipe orang yang enak buat dijadiin teman.
Semua orang bilang dia cakep, okehlah yah. 
Cakep tapi pelit ngomong, pelit senyum, pelit ketawa, songong, gak mau kenal orang, 
gak pernah mau membuka diri dan akrab sama orang. 
Apa cocok gitu kalo dijadiin idola. 
Heran pas ada beberapa anak cewek yang cerita suka sama dia, weleh2.
Banyak yang bilang aku beruntung pernah duduk sebangku sama dia 
(untung sebentar banget tiap kali kita ujian) waktu kita sekelas saat kelas satu SMP. 
Gila, kalo boleh tuker aku maunya tukeran. 
Mati gaya duduk sebelahan sama orang yang diajak ngomong cuma bisa jawab iya, enggak, atau geleng2. 
Orang sudah ketawa sampe mau nangis dia cuma senyum doang, 
itu aja kesannya terpaksa. Belum lagi kalo gak sengaja sentuhan wuihhh aku berasa kuman.
Dan sampai beberapa hari sebelum lebaran idul fitri tahun 2014 ini, mendadak inget sama "sosok" ini. 
Penasaran!!! itu pasti. Dan untungnya kita fren nih di ef be.
Iseng saya baca timeline akunnya. 
Ada kesan tersendiri, "sosok" ini berani, 
berani mengungkapkan pendapatnya, berani untuk memutuskan apa yang dia mau, 
apa yang menurutnya benar dan salah.
Ada satu statusnya yang bikin saya kagum (kagumnya pake banget 
karena mungkin saya gak akan pernah seberani itu). 
Statusnya tentang ribut antar pendukung jagoan masing2 dalam pemilu. 
Dan dia dengan lantang bilang bahwa kalo masih ada yang ribut2 di ef be, 
dia bakan unfren siapa saja itu, entah kenal atau gak kenal. 
Dan komen2 yang muncul beragam, rata2 agak takut kalo di unfren, 
dan sumpah saya cengengesan nahan geli sendiri sampai terkagum2. Hehehehe
Dan akhirnya dengan gagah berani, nurunin gengsi, nebelin muka saya message dia di ef be.
Saya pikir sih tadinya bakal dicuekin, secara dulu udah pernah tahu anaknya gimana. 
Eh ternyata dia nanggepin dan kita ngobrol lumayan banyak.

Jumat, 24 Januari 2014

Inspiring Film - Hotelier - Korean Drama


Hola Blog, gile udah lama banget gak nyentuh nih blog. Bawaannya sibuk cuy hehehe
Mau curhat dikit akh hihiihi
Hayo inget kan sama cover film di atas, yg maniak korea jangan bilang deh gak pernah lihat hehehe
Film ini sih boleh jadul ato uzur, tapi buatku film ini berarti banyak.
Eit bukan karena pemerannya cakep yak itu mah bonus. Tapi ini film yang sangat berpengaruh dalam membentuk diri pribadi ini (gile cuy bahasanye).
Aku nonton film ini waktu kelas dua SMP, alias 12 tahun yang lalu, begitu mengikuti jalan ceritanya.
I am falling in love with the main character of female. Saat itu terbersit keinginan bahwa nanti kalo dewasa  ingin bisa bekerja di tempat yang mengenakan seragam dengan dandanan apik dan anggun.
Menyenangkan seperti karakter sang tokoh utama wanita, sekaligus pintar dalam menangani pekerjaan.
Dan tarraaaaa who can guess that now i am working as a banker who always wearing uniform and makeup.
Hahahaha kalo kata orang mah yah doa yang gak disengaja but i am definitely happy and enjoy at all.
Kalopun ada yang kurang mungkin hmmmmm pangerannya kali yak hahaha
Tapi definisi pangeran untuk tiap cewek itu beda.
Okeh Frank Shin Dong Hyuk mungkin charming dan perfect abisss, tapi definisi pangeran buat saya gak harus sesempurna itu.
Kalo urusan hati, susah euy falling in love nya, tapi saya bisa suka hanya dengan hal-hal kecil yang mungkin buat sebagian orang hal remeh but for me it is precious.
(Kita liat aja siapa pangerannya ntar)

Foto dari google image

Rabu, 25 September 2013

A Feeling Without Name


'Jika' dalam perlintasan waktu yang acak ini kita bertemu seperti awan dan matahari itu, mungkin inilah yang disebut dengan destiny.
Siapa yang pernah mengira bahwa sosokmu menyelinap diam-diam dalam harapan dan doaku.
Tapi aku pernah kecewa
Karena itu aku tidak pernah berani bermimpi.
Aku titipkan perasaan tanpa nama ini kepada Sang Penciptanya. Pada Sang Pemilik Hidup ini.
Kau mau tahu apa yang kuminta dalam doaku???
'Jika' pemilik tulang rusuk ini bukanlah dirimu, aku hanya minta Sang Pencipta berbaik hati untuk memberikan satu dua kebaikan yang ada padamu kepada pemilik tulang rusukku kelak.
Karena bukankah pilihan DIA adalah selalu yang terbaik walau terkadang harus menimbulkan luka.
Siapa yang menyangka bahwa DIA mengirimkan hidayahNya melalui dirimu.
Mengetuk hatiku yang gersang.
Memberiku jalan untuk berhijrah.
Membuka hatiku lebih jauh akan keberadaanNya.
Menyadarkanku dengan pemikiran 'jika' aku berharap yang baik sepertimu maka akupun sendiri haruslah menjadi baik. Seutuhnya dan setulusnya. Bukan karena aku mengharapkanmu lalu menjadikan diriku manipulatif.
Aku pernah tersenyum geli, membayangkan bagaimana rupamu yang sebenarnya, apa yang kau suka, hobimu, makanan kesukaanmu, keseharianmu.
Sebenarnya akan lebih menyenangkan jika bisa menjadi bagian dari ceritamu.
Tapi kemudian aku buru-buru menghapusnya. Menyadari bahwa butuh keajaiban teramat besar untuk itu semua.
Untuk kali ini aku tidak memiliki jalan atau usaha.
Karena itu hanya PadaNya kali ini aku menitipkan rasa ini.

Minggu, 30 Juni 2013

"Minggu sore"


Tadinya ini semua tidak ada, kubawa namamu dalam setiap doaku, 
aku tahu aku berpura-pura tidak tahu, lalu perlahan Tuhan seperti membukakan jalan,
belum nyata memang tapi sepertinya inilah yang akan terjadi.
Aku agak takut, tapi perlahan hatiku bisa menerimanya.
Bukan lagi hitungan bulan aku menunggu, tetapi tahunan. Kata sakti itu tak kunjung datang.
Dan di sini aku berdiri, dalam keputusasaan, dalam kebimbangan, dalam keraguan.
Aku butuh pegangan pasti. Kadang aku marah pada diriku sendiri, aku menyalahkan Tuhan, kenapa nasib seperti mempermainkan aku.

Minggu, 13 Januari 2013

Suitcase

See the suitcase, remembered me when i left my home for the first time to go to the place which everybody  call as a way to get your dream.
Whereas, i knew and realized that's not my dream =P
Because at that time, i realized that go to the Jakarta is not my dream but i realized too that i didn't have choice and i went.
Jogja is the place which my dream is.
But now, i has received it and look now i am happy person =D


And tomorrow, i will fly again to the Jakarta, to get my objection and same situation like six years ago, i use the suitcase =D
For this time i go not because a force but for a wish.
Not for long time but enough me to think my memory =D
With the same suitcase but with diferent wishing.
Time has changed your thinking
^^
Fabulous



Selasa, 01 Januari 2013

2013


Happy New Year All
Whoaaa pas ngeliat foto di ponsel, rasanya baru kemarin ngerayain tahun baru 2012 bareng Rini
Ternyata semalem dan hari ini sudah 01 Januari 2013
Satu tahun yang panjang ternyata bisa begitu singkat, 365 hari yang terasa pendek,
Umur yang bertambah tanpa terasa, pemikiran yang berubah, dan mungkin diri ini yang tak lagi sama.
Memandang secarik kertas berisi tulisan harapan-harapan di tahun 2012 kemarin, hanya beberapa yang bisa dicoret dengan stabilo sebagai tanda pencapaian.
Selebihnya masih tertulis rapi dengan tinta hitam.

Sabtu, 22 September 2012

Time To Say Goodbye


 Many Thanks and Great Thank For GOD
 In the last time in our meeting God has blessed me to meet him
I guessed that i didn't meet him again and then taraaaaaaa i saw him in front of me
Sure, i wanna shout but finally just shout in my heart =D
During finished my examination i tried to see him.
I has known that until the unlimited time i never ever can see him again.
I can't see his hands that burned by the sun and always looked at strong
And of course i never can see his smile
And so many thanks again for God  for the Gift that in the last time of our examination, he turn around his head to face me and suddenly laugh and smile
OMG i really surprised and for the second time i didn't know how to breath. I was shocked. Too Shocked.
He said something.
And in my heart and my mind i promised to keep him last smile in the empty corner in my heart.
At that time i wished that he will be always happy and always can smile like that.
And if one day God give me the chance to meet him again, i wish that i can be stand out as a better person
Thank U for Your Smile



Time to say good bye

Kamis, 23 Agustus 2012

Lebaran (Idul Fitri 2012)

Ehmmmm apa ya yang paling interest saat hari raya nan suci ini????
Buat saya pribadi lebaran bukan sekadar hari nan istimewa, bukan sekadar berakhirnya bulan Ramadan atau puasa.
Mungkin dulu waktu kecil masih cilik-cilik lebaran seperti hari kemenangan, merdeka karena sudah gak puasa lagi. Pake baju baru, sepatu baru, dan dapet duit hari raya dari tetangga dan sanak keluarga.
Kini lebaran bagi saya seperti lahir kembali. Belajar sungguh2 untuk bisa memaafkan, kalau memang tak bisa memaafkan tak usah berbasa-basi sekadar mengirim SMS berisi ucapan selamat dan Minalaidin.
Dan ini saatnya menata hati dan pikiran. Mengucapkan doa dengan sepenuh hati saat takbir berkumandang.
Meresapi tiap peristiwa yang sudah dijalani sambil berjanji untuk berusaha lebih baik lagi kedepannya.
Sulit sebenarnya tapi untuk menuju lebih baik bukankah tak ada yang mustahil.
Selama kita masih hidup, pasti hal baik juga akan berdatangan pada kita.
Happy Eid Mubarak All 




Selasa, 03 Juli 2012

"Culik Aku Jogja!!!!!"


Whoaaaa tidak pernah ada kata bosan untuk nama kota ini.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki ke provinsi ini kala TK nol besar, saya sudah jatuh cinta setengah mati.
Dua kali gagal untuk tinggal dan membangun mimpi di provinsi ini, padahal dua-duanya sudah berada di ambang 'pintu'
Saya masih ingat kala itu saya nangis bombay berember-ember dan diam selama dua bulan lebih.
Pedih rasanya membayangkan mimpi yang saya bangun dari SD luluh lantak begitu saja.
Yeah Tuhan memang Maha Tahu, tapi tetep saja pedih yang menelusup itu masih membekas hingga kini dalam wujud ketidakrelaan.
Salah memang menyesali hal-hal yang sudah lama lewat.
Andai diberi kesempatan, bawa aku kembali kesana God, untuk tinggal,bekerja,dan membangun keluarga di sana.
Sulit memang, tapi bolehkan kalo aku memohonnya.....
Seperti jalanan yang panjang, bolehkan kalo DIRIMU memberi kesempatan untuk bisa tinggal di sana,
merasakan nafas kota itu, menyusuri tempat yang senantiasa membangkitkan kenangan....
Please....Help Me GOD

Jumat, 04 Mei 2012

The Quotations

Jangan lakukan sesuatu karena uang, tetapi lakukanlah karena kita ingin melakukannya dan kita suka melakukannya

By Alvin Wong










Sukses adalah kumpulan dari tindakan
yang sederhana secara konsisten

By Anonim


Jangan melepaskan harapan lantas berputus asa karena yang engkau dambakan sudah terlewatkan.
Kau akan menjadi lemah apabila menangisi sesuatu yang tidak dapat engkau peroleh kembali.
By Kahlil Gibran

Harapan hanya mau menjadi bagian hidup kita
apabila kita memperjuangkannya 
menjadi sebuah kenyataan

By Anonim

Gantungkan cita-citamu pada bintang-bintang
sekalipun kamu hanya bisa mencapai bulan,
itu sudah cukup untuk membuatmu bercahaya

Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.
Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis, tapi keduanya tetap membuat hutan menjadi lebih indah

By Anonim

Sabtu, 21 April 2012

When the dream is so absurd

Akh saya bingung harus tertawa atau justru menangis.
Jujur saya amat takut jika semua ini berkembang menjadi 'lebih' pada diri saya. Karena saya teramat takut jika ternyata harapan-harapan ini hanyalah fatamorgana.
Yup saya suka tawanya.
Untuk saat ini hanya itu.
Tapi yang seperti dibilang dia adalah sosok yang 'high quality', mungkin kalo hanya soal fisik itu mah gampang, tapi dia seperti memiliki segalanya, sebuah kombinasi yang teramat mematikan.
Dan Demi Allah bukan demi itu semua.
Saya sosok yang teramat jauh dari apa itu yang disebut 'sempurna' baik itu fisik atau apapun.
Tapi Demi Allah juga saya bersyukur atas semua ini.
Mungkin dengan ini saya jadi mengerti apa itu arti berjuang yang sebenarnya, karena hidup memang tidak selalu mudah buat saya.
Tapi untuk berjuang yang ini jujur saya tidak mengerti.
Karena saya tidak memiliki pengalaman barang secuil pun.
Akh mungkin hanya memang dengan jalanNyalah....
So let it flow...
XOXOXO

Rabu, 28 Maret 2012

Let it go


Apalah defenisi dari kerelaan itu sendiri???
Melepasnya dengan senyuman??? atau dengan Yah sudahlah????
Saat helaan nafas begitu beratnya, sampai nyaris memutus tarikan nafas itu sendiri.
Kenapa begini lagi???
Aku memohon untuk dibantu memperjuangkan.
Tapi aku sendiri tidak tahu bagaimana harus memperjuangkannya
Semuanya terasa buntu, mentok, mati langkah
Andai hari itu diulang, rasanya dunia seakan runtuh saking girangnya
Tapi kini serasa membeku
Gila bagaimana bisa sepasrah ini, serela ini
Tenggat waktunya sudah mau habis. Oh salah sudah habis malah
Lantas tidak ada kata lain memang selain kerelaan
Apakah memang tidak selayaknya?? apakah memang tidak baik??? apakah memang tidak sama????
Seandainya diberi keberanian dan kesempatan hanya kata ini yang mau diberitahu
"Hey Mister aku cinta kamu. Sekarang. Dan mudah-mudahan sampai nanti"
Sori tidak bisa menjanjikan "Forever" karena who knows di depan nanti, di pintu bahagia lain yang telah menunggu aku bertemu dengan yang lain yang juga mampu memberikan rasa yang berbeda di hati ini.
BYE

Senin, 19 Maret 2012

Sound of Heart *ceile*

Has been a long time i never write like sharing in my diary.
Aduh bagaimana ini, padahal sudah berjanji wanna be a happy person after gone to Jogja
tapi malah masih suka "ababil" sendiri.
And you Know Diary, Finally i met him, yeah right i met him.
Akhirnya bisa melihat semuanya seperti apa.
No diary not, don't mind.
Aku tidak expect too much.
Walaupun di hati kecil terselip sebuah keinginan yang sangat, tapi aku belajar untuk realistis.
Biasanya aku membenci tindakan seperti yang dilakukannya padaku.
Namun kok ya pas kemarin aku bisa-bisanya tertawa.
Akh, andai dia orangnya dia pasti akan menjadi seorang Imam yang baik.
Ayah, sahabat, dan saudara yang baik.
If one day i meet him again. That is a miracle.
Karena memang tidak ada hal yang bisa membuat sebuah pertemuan terjadi kembali kecuali keajaiban dariNya.
Dan keinginan terbesar sekarang hanyalah meredam benih ini untuk tumbuh.
Leave it

Kamis, 12 Januari 2012

Kegelisahan Hati Seorang Ibu

Ini kali pertama ibu berbicara serius tentang "pria" saat berakhir pekan di rumah minggu ini. Akh mendadak menyadari raut cemas dimatanya. Betapa takutnya dia jika putrinya ini akan sendirian.
Senyum tipis nan hangatnya saat dia berucap "carilah pria yang padanya kalian sama2 menyukai dan menyayangi" masih terpatri di dalam benak terdalam. Tiba2 sengatan pikiran itu muncul, mendadak pikiran saling berargumen. Di satu sisi ingin sekali menggapai mimpi-mimpi untuk bisa melanjut kuliah lagi dengan beasiswa, bisa bercas cis cus dalam bahasa inggris, jalan-jalan, pokoknya menikmati masa muda. Namun disisi yang lain muncul keinginan untuk bisa membangun hidup baru bernama keluarga. Dan beberapa hari terakhir ini entah kenapa pembicaraan tentang topik itu sangat santer terdengar. Entah di kantor, di kosan, di rumah teman bahkan di sosial media buanyak buanget >,<. Dan tadi pagi saat sesi sarapan di kantor tiba-tiba seorang bapak yang kenal akrab di kantor cerita tentang pengalamannya pas punya anak pertama trus ditimpalin sama ibu-ibu yang lain. Weleh-weleh makin bikin pikiran acak kadut aje.
Tapi setelah direnungin dalem-dalem *sambil melamun tentunya :P* ucapan Ibu benar adanya. Buat apa cari duit segudang-gudang kalo bukan buat anak dan keluarga. Masa muda memang buat dinikmati tapi bukan buat untuk dilenakan *ceile*. Kalo sudah punya duit bergudang-gudang apa gunanya kalo cuma buat diri sendiri. Berkeluarga bukan berarti memutus semua hal yang disukai untuk dilakukan. Keterbatasan dengan alasan keluarga bukanlah alasan. Akh tiba-tiba ingin sekali ada yang disambut di rumah, ada yang ingin dilayani, ada yang ingin dibuat tertawa dan kagum >,<. Mendadak hal sederhana itu merembes ke dalam hati. Semoga bisa segera terwujud dengan pilihan Sang Hati dan DIA tentunya ^^

Thank U so Much for My Lovely Mom, Dad, and My Grandpa

Selasa, 08 November 2011

Please, Forgive me God

Tiga minggu ini seperti mimpi.
Karena saya masih sungguh berharap semua yang ada hanya mimpi.
Tapi setiap kali bangun di pagi hari untuk berangkat ke kantor, sadarlah saya kalau ini semua nyata.
Saya seperti dipaksa menelan muntahan. Dan seperti ada sesuatu yang ingin meledak di dalam dada.
Semua berawal dari keikutsertaan saya untuk bisa naik karir di kantor.
Awalnya saya ragu, namun setelah berpikir tentang tujuan yang ingin saya cari dalam hidup.
Akhirnya saya memberanikan diri untuk ikut mendaftar.
Dalam doa terdalam, saya berharap jika dari tes awal saya lulus (karena memang tesnya susah) maka segalanya akan lancar.
Dan luluslah saya hingga tahap berikutnya (Dua tahap lagi menuju akhir)
Setelah semua keyakinan saya membumbung dan mulai berani untuk merencanakan apa yang akan saya lakukan ke depan datanglah berita itu.
Saya ingat saat itu sore hari, satu jam sebelum jam pulang kantor dan datanglah berita itu. Sebuah surat yang mengatakan bahwa saya tidak bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Kaget??? Itu pasti.
Saya hanya bisa terdiam dan termangu. Shock.
Yah..saya marah. Marah pada DIA. 
Lalu hati saya bertanya. Kenapa untuk yang kesekian kalinya saya tak pernah diberi kesempatan untuk bisa melaksanakan cita-cita dan mimpi saya??
Apa mimpi saya begitu tingginya???
Apa mimpi saya begitu hina???
Ataukah saya memang tak punya kemampuan dan tak pantas untuk mimpi-mimpi saya????
Beribu tanya memenuhi benak dan hati saya.
Sungguh saya teramat kecewa dan patah.
Saya sudah tak bisa kuliah di Universitas impian saya. Tak bisa mendapat penempatan di tempat yang saya harapkan. Dan sekarang untuk kesekian kalinya mimpi saya pun kandas setelah saya berdiri di depan "pintu" lantas didorong untuk keluar.
Hati saya patah dan hancur. 
Saya seperti bermimpi buruk.
Tapi bukankah hidup harus terus berjalan???
Rasa malu, sakit, dan kecewa adalah hal biasa.
Toh, ini bukan kali pertama buat saya.
Pelan-pelan saya berusaha sekuat tenaga menata hati kembali. Membereskan pecahan-pecahan hati saya yang sudah lebur dan berserakan.
Ketika bos saya di kantor memberikan sebuah petikan isi buku yang judulnya "Kita tidak bisa menentang takdir Tuhan" saya seperti disiram air dingin.
Yah, sesakit apapun itu, sekecewa apapun itu, sepatah apapun itu, itu semua adalah takdir yang musti dijalani. Suka atau tidak suka.
Dan akhirnya saya memilih bersimpuh dihadapanNYA. Menyerahkan semuanya pada DIA Sang Pemilik Kehidupan.

Selasa, 23 Agustus 2011

sweet Jealously

Kadang rasa itu muncul begitu saja, perasaan ingin bisa merasakan seperti yang dirasakan orang2.
Ingin dan berharap bisa memiliki apa yang dimiliki orang. Akhhh untungnya hanya sebatas keinginan, bukan rasa iri yang menggebu dan menyakitkan. Kadang malah perasaan ini seperti semacam cambuk yang mampu membuat tersadar dari mimpi dan pelecut untuk bisa lebih baik.

 Kadang rasa iri memang perlu untuk sekadar penyemangat dan cambuk.
Akhhhh namun jujur kadang aku iri pada mereka yang bisa dicintai dan mampu juga mencintai dengan segenap jiwa, dengan ketulusan tanpa pamrih. Jujur, aku belum pernah merasakan seperti apa cinta yang manis itu, seperti apa rasanya berkorban dan merelakan. Jika aku bertemu dengan mereka yang memiliki bagian dari jiwa mereka, rasanya rasa iri itu seperti merembes di dalam diri, membuat pikiranku melanglang dan meloncat tak karuan.
Aku mencintai pekerjaanku dan ingin terus berkembang bersamanya, namun didasar hati aku menginginkan keluarga kecil, keluarga kecil milikku sendiri.
Jadi.....biarkan rasa iri ini merembes, menembus tulang, darah, dan daging hingga mencapai ke jantung, menyatu dengan harapan-harapan hingga kelak dia terwujud.
Mungkin inilah yang disebut rasa iri yang manis...........!!!!!!!!!!!!!!



Selasa, 17 Mei 2011

Libur Waisak

Wah libuurrrrrr, lumayan buat males-malesan hehe.
Saya beruntung sekali pernah kuliah diantara semua pemeluk agama yang diakui di Indonesia.
Sedikit banyak saya belajar bagaimana perasaan mereka yang seringkali dianggap minoritas, bagaimana perasaan takut mereka tentang sebuah diskriminasi.
Libur Hari Raya Waisak kali ini saya kembali merasa bersyukur bahwa saya masih memiliki mereka yang merayakan hari suci ini dan masih bisa mengucapkan selamat hari raya pada mereka.
Thanks God for all of you has given to me ^^


Kendati saya tidak merayakannya semoga damai ada untuk kita semua, untuk negeri kita, dan untuk dunia.
Mungkin disini teman-teman yang merayakannya bisa merasakan perayaan yang khusuk, namun dibelahan dunia lain diluar sana masih banyak yang merayakannya dalam sebuah keterbatasan. Semoga damai ada untuk mereka semua. ^^

Rabu, 11 Mei 2011

Dear Diary

Diary,
Aku ingin sedikit cerita, aku sudah bercerita pada Tuhan dan masih ingin sedikit menuliskan semuanya. Tak apa kan kalo aku menorehkan sedikit cerita padamu.
Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dan memang ternyata ada yang aneh. Bagaimana bisa perasaan itu tiba-tiba muncul dan menyebar dengan begitu cepatnya sampai aku sendiri bertanya-tanya. Ya diary ini tentang perasaanku, tentang sebongkah rasa yang membuat aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Aku suka dia diary, suka sampai hatiku ingin meledak. Jujur aku ingin menghapusnya dan berharap ini tak pernah ada karena aku tidak mau hancur diary, aku tidak mau sakit lagi. Aku sedang mempertanyakan apa rasa ini hanya sebuah kekaguman atau memang rasa yang patut dinilai. Diary, aku tak sanggup karena aku memang bukan jenis wanita yang akan dipilihnya dan ini yang membuat sakitku makin terasa. Aku harus apa dan bagaimana diary??????
Mungkin dia memang brengsek, tapi beberapa kali melihat fotonya bersama anak-anak, hatiku berbisik bahwa kelak dia akan menjadi ayah yang baik, ayah yang mau dekat dengan anak-anaknya. Melihatnya tersenyum dengan nyaman sambil menggendong anak perempuan, tanpa perasaan kaku atau canggung, jujur hatiku tersenyum. Diary bantu aku untuk menguburnya, katakan pada Tuhan bahwa kalo memang tak ada jalan aku ingin kami tetap berteman, seperti ini, tanpa sedikitpun pengharapan dari dalam hati ku, pleaseeeee diary sampaikan pada DIA

Minggu, 24 April 2011

A foolish

So blended, really i am shy when some of people say that they didn't heard my voice.
Begini ceritanya, dua hari ini kantor saya mengadakan acara olahraga tahunan, yakni kompetisi olahraga antar cabang yang berada dibawah wilayah tempat saya bekerja. Puncaknya adalah semalam, yakni berupa malam apresiasi di mana setiap cabang harus mengirimkan wakilnya untuk unjuk kebolehan. Saya dan salah satu rekan saya mewakili dengan membacakan puisi yang diiringi lagu acapella (karena kami tidak bisa bermain alat musik =D).  Saya sudah berusaha latihan dan menghayatinya sepenuh hati, memang grogi banget, secara saya bukan makhluk yang suka tampil tapi sungguh saya sudah berusaha sepenuh hati. Pun ketika berpuisi di depan michrophone saya berusaha mengeluarkan suara saya sekuat yang saya bisa.  Memang waktu latihan, partner saya mengingatkan bahwa saya harus bisa mengeluarkan suara saya dengan penuh power. Dan sungguh saya sudah berusaha. Namun apa daya begitu selesai tampil dan kembali ke tempat duduk, langsung terdengar komentar bahwa mereka tidak mendengar dengan jelas apa yang saya bawakan. Sungguh hati saya mencelos, campur aduk persis ngeblender macem-macem buah jadi satu sampe rasanya gak karuan. Kalo saya punya kekuatan, rasanya ingin menghilang atau menenggelamkan diri dalam sekejap, saat itu juga.
Tak ada kata yang bisa menggambarkan betapa memalukannya diri saya. Sungguh saya malu, bukan pada penontonnya tapi pada partner saya yang sudah berusaha perform sebaiknya, namun malah ikut hancur bersama performance saya. Akkkkhhhhh saya benar-benar ingin mengutuk-ngutuk diri saya, Kenapa saya selalu gagal untuk tampil sebaik-baiknya?????? Apa karena rasa percaya diri saya yang begitu rendah sehingga saya sudah terbeban duluan, bukannya lepas dan mengikhlaskan yang terjadi nanti. Sepertinya satu pelajaran yang saya ambil, yah belajar meyakini diri sendiri bahwa saya pasti mampu, bahwa saya pasti bisa........