Jumat, 10 Februari 2012

work eQuipments







Hari ini iseng ^^
Kerjaan sudah, bengong, cengok, mati gaya
Keluarin haPe, sudah deh jadinya cekrek sana cekrek sini
Yg ke foto 'alutista' kerjaan
Wkwkwkwkwk
1. Cash box + ATK
2. Post it, nyang kalo pas ada 'Smart' diumpetin
3. Laci kabinet. Eit jangan salah, nih laci bukan buat tarok berkas tapi sepatu, sandal, tas, dan embel2 lainnya
4. Tempat sampahnya nyempil :p
5. Kring.... kring "halo, selamat siang. Dengan desi ada yang bisa dibantu?"
jawaban kudu smart =D
6. Printer yg berisiknya minta ampun ngalahin petir
7. My 'Kompi'
Ckckcckk gue punya dua loh hahahaha


Senin, 06 Februari 2012

Up by Disney-Pixar

 
Kata pertama yang keluar begitu menonton pembukaan film kartun dari Disney Pixar ini adalah Soooooo Sweeettttttttt
Jadi inget novelnya Ainun & Habibie yang saya baca dengan gaya sapu jagat =D
Lagi-lagi kepolosan seorang anak mampu meluluhkan seorang kakek yang sangat keras semenjak ditinggal meninggal isterinya--kekasih sejatinya.
Demi menjaga rumah yang menjadi saksi bisu pertemuan mereka dan mewujudkan mimpi sang isteri untuk bisa membangun rumah di 'tanah yang hilang', Mr. Fredricksen 'sang kakek' rela mengangkut rumahnya dengan ribuan balon udara dan melarikan diri dari dinas sosial.
Tak sengaja seorang anak kecil gemuk nan menggemaskan ikut terbawa bersamanya 'Russell'
Dia adalah petualang liar berusia delapan tahun. Mungkin di Indonesia setingkat pramuka siaga SD yang sangat ingin melengkapi pin petualangnya untuk bisa menjadi petualang senior. Dan pin yang kurang adalah pin untuk membantu manula.
Ketika badai menghempaskan rumah terbang Mr.Fredricksen, Russell setuju membantu dengan iming-iming diberi pin oleh sang kakek.
Dan dimulailah petualangan mereka melintasi hutan dan pegunungan untuk menemukan tanah yang hilang.
Pertemuan dengan sang petualang 'Muntz' idola masa kecil kakek dan sang isteri ternyata memperlihatkan betapa demi ambisi seseorang bisa melakukan apa saja.
Ketika ambisi itu sudah terlaksana seperti yang terjadi pada sang kakek justru kehampaan yang dirasakannya.
Apalagi ketika ambisi itu justru mengorbankan orang-orang disekeliling kita yang ternyata begitu peduli justru kehilangan yang menusuk-nusuk yang dirasakan.
Setiap orang punya alasan untuk berubah seperti yang terjadi pada kakek sebelum dan sesudah pertemuan dan perpisahan dengan sang isteri.
Tapi semoga semua itu tidak membuat kita menutup diri dari orang-orang disekeliling kita.
Dan semoga kita bisa seperti Russell yang senantiasa memiliki harapan dalam tawa kendati dia begitu menginginkan untuk bertemu dengan sang Ayah.



When In Rome

Actor/Actress : Josh Duhamel/Kristen Bell
'From the studio that brought you The Proposal'
Unsurnya masih drama komedi tapi tetep asyik buat diikutin dan yang pasti ringan.
Kadang kita tidak menyadari bahwa hal baik akan datang ketika kita sudah jenuh dan rela melepaskan semua harapan yang pernah ada dengan hati yang plong.
Seperti yang terjadi pada Elizabeth "Beth"
Pacarnya pergi lantas ingin kembali. Siapa yang mau kembali???
Dan Beth memutuskan akan menekuni karirnya sebagai kurator ketimbang balikan.
Dan teganya, sang pacar bilang bahwa Beth bukanlah siapa-siapa.
Ditengah 'tsunami' patah hati, sang adik 'Joan' mengumumkan bahwa ia telah bertunangan dan akan segera menikah di Roma.
Beth nekat pergi meski sang bos sedikit melarangnya.
Dan yihaaaa siapa menyangka bestman sang mempelai pria mampu membuatnya tertarik.
Tapi sayang Beth sempat melihatnya akrab dengan salah seorang perempuan dia pesta dan mengambil kesimpulan bahwa memang dia tak pantas untuk pria manapun.
Setengah mabuk Beth menceracau pada di depan air mancur yang terkenal dengan harapan cintanya. Bahwa siapa saja yang membuat permintaan disana dengan melemparkan sekeping koin akan dikabulkan.
Dan dengan bodohnya Beth mengambil beberapa koin milik pengunjung di dalam kolam.
Dimulailah kutukan-kutukan yang menggelikan.
Sekembalinya ke Amerika tiba-tiba saja beberapa pria aneh mengejarnya dan menyatakan cinta dengan cara yang konyol.
Dan siapa yang mengira ternyata Nick 'sang bestman' juga menaruh perhatian pada Beth.
Apa yang selanjutnya terjadi ketika Beth mengira Nick menyukainya karena berada dibawah pengaruh mantra.
Akankah Beth akan patah hati untuk kesekian kalinya???????
^^

Minggu, 05 Februari 2012

To Kill A Mockingbird by Harper Lee

Bersetting tahun 1930an dimana pada masa itu jurang antara kulit hitam, kulit putih dan kulit berwarna masih begitu dalam.
Mengambil lokasi di sebuah kota kecil bernama Maycomb County, Alabama. 
Harper Lee berhasil membawa kita menelusuri pandangan orang tentang perbedaan kulit dari kacamata seorang gadis kecil nan cerdas yang belum genap berusia 9 tahun.
'Berpetualang' bersama sang kakak Jem yang lebih tua 4 tahun dan seorang teman, Dill, yang berkunjung setiap musim panas, Scout perlahan memahami apa yang terjadi.
Ketika sang Ayah yang seorang pengacara mendapat tugas untuk membela seorang 'nigger' sebutan untuk kulit hitam pada masa itu.
Scout menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Dia berkelahi, bahkan dengan sepupu jauhnya sendiri, bukan karena ayahnya disebut pecinta nigger, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti istilah itu.
Gadis kecil itu mengamuk karena cara mereka menyebut pecinta nigger bernada menjijikkan dan sungguh tak enak didengar.
Dia  makin tidak mengerti ketika juri pengadilan memutuskan Tom bersalah padahal jelas sekali kalau Tom tidaklah bersalah.
Apa hanya karena Tom seorang nigger lantas dia bersalah.
Bukankah mau dia berkulit hitam, putih, berwarna, miskin, kaya, terhormat atau tidak mereka tetaplah seorang manusia. Titik. Manusia. Itu saja tidak ada yang lain.

Buku yang menarik. Pantas saja kalau penulisnya bisa sangat mendunia walaupun hanya dengan satu buku ini.
Harper Lee berhasil membuat pembacanya menyadari arti Hak Asasi Manusia tanpa harus menggurui.
Dan saya sangat suka dengan watak Scout. Walaupun dia sangat temperamen tapi dia begitu demokratis dan menghormati orang-orang disekelilingnya tanpa pilih.
Cara dia mengutarakan pendapatnya pada sang paman waktu dia dimarahi karena memukul sepupu jauhnya menyadarkan kita bahwa sekalipun dia anak kecil dia pun harus diperlakukan adil.
Harus didengar terlebih dahulu pendapat dan alasannya kenapa dia sampai memukul sepupu jauhnya.
Baru setelah itu silahkan hukum dia.
Keren, keren banget sampai memukul telak sang paman dan juga saya.
Rugi banget kalo sampai melewatkan novel ini karena begitu banyak pelajaran yang bisa diambil.
Bravo Harper Lee. Love U XOXO