Minggu, 25 Januari 2015

Bali Bird Park

Tadinya ke Ubud niatnya mau lihat pemandangan sawahnya yang bertingkat-tingkat itu sekaligus menikmati udara pedesaan yang pastinya ademmmm banget. Namun apa daya sehariannn itu ujan turun terus dari start awal berangkat ampe balik lagi. Alhasil rada macet dan pemandangannya jadi gelep karena ujan deres. Muter-muter Ubud di tengah ujan yang gak jelas akhirnya kita mampir ke Bebek Tepi Sawah buat isi perut dulu karena hari sudah siang.
Habis dari Bebek Tepi Sawah ujan agak mereda dan akhirnya kita putuskan mampir ke Bali Bird Park. Aku sih nyebutnya kebun binatang hahaha tapi sisterku langsung sewot. Ini tuh tempat koleksi burung bukan kebun binatang katanya hahahha. 
Begitu selesai antri beli tiket kita langsung masuk. Begitu masuk seneng banget di sambut burung merak putih yang di lepas bebas. Seneng banget lihat burung itu bebas jalan ke sana kemari. Gak hanya yang putih tapi ada juga berwarna. Kurang beruntung karena mereka gak sedang membuka ekornya, tapi biar begitu mereka tetap cantik eh salah ganteng ding. Soalnya dari beberapa infornasi yang aku tahu merak yang ekornya bisa melebar cantik kayak kipas gitu adalah meraj jantan hihihi.
Dan yang menyenangkan itu akhirnya bisa lihat si burung cantik berkaki jenjang, gerombolan itu seperti menggoda dengan warna pink-nya yang lembut cantik menggoda. Yahhhhh betul betul siapa lagi kalau bukan Flamingo. Mereka cantikkkkkkk banget. Beruntung bisa foto mereka pas lagi kumpul. Ada yang lagi tiduran siang sambil angkat kaki dan lipet kepalanya. Lucuuuu bangettttt.
Oh ya pas kita kemari ada kejadian menarik. Seorang turis asing, anaknya menjatuhkan kacamata sunny-nya tepat di kandang si komodo. jatuhnya tepat di belakang ekornya. Petugasnya berusaha ambil tuh kacamata pake tongkat eh susahnya minta ampun. Mau nekat turun tuh komodo lagi anteng ntat kaget malah nyerang petugasnya. Jadilah itu kacamta disodok rada jauhan dulu dari si komodo dan baru deh petugasnya turun buat ambilin. Ada-ada aja. 
Koleksi burungnya lumayan lengkap loh. Ada burung cendrawasih yang endemik Irian itu, aku kira cendrawasih itu gedeee ternyata gak begitu gede tapi emang surai ekornya yang berwarna kunig lembut itu cantik bangettt. Pantes aja dia pernah jadi lambang untuk mata uang, lupa nih pecahan berapa uang jaman dulu yang ada gambar burung cendrawasihnya, lima ribu apa dua pulu ribu ya, lupa. Ngomong-ngomong soal gambar di duit nih burung juga pernah jadi gambar di mata uang kita, tapi yah itu lupa lagi pecahan berapa. Warnanya biru lembuttttttt banget. Ada mahkota dikepalanya. Burungnya gak terlalu pemalu tapi bukan berarti juga gampang didekati hehehe. Kita ketemu dia lagi di atas pohon dan ada juga yang lagi berjalan-jalan di tanah. Kesan matanya galak tapi biar gitu tetep cantekkkkk hahahhahaha. Pengen dibawa pulang deh buat dipiara rasanya >,<
Dara Mahkota
Kalo burung yang satu ini ukurannya gede dan sering ada di pantai-pantai di luar negeri. Biar gede dia kuat terbang. Kalo dulu waktu kecil sering nongol di film-film kartun sambil bawa kantung bayi diparuhnya hahahaha. Dia juga nongol di film Finding Nemo dan bantuin Nemo ketemu sama ayahnya. Hobinya makan ikan dan cara ambilnya unik, disedok sama paruhnya yang gede itu.
Pelikan akhirnya bisa bertemu dengan sosok aslimu muahhhhhh hihihihihi.
Aku baru sekali ini lihat burung ini. Tadinya kupikir dia bangau tapi kok beda sama bangau yang pernah aku lihat. Jambulnya itu lohhhh bikin gak tahan. Kayak jamur enoki jadi pengen di mamam.
Asalanya jauh dari Afrika, tapi sayangnya aku gak sempet baca nama jenis burung ini karena sibuk ngikutin dia buat di foto, suka kabur-kabur soalnya hehehhe. Kita sebut burung Afrika ajalah ya.
Burung lucu mungil ini disebutnya burung matahari, mungkin karena warnanya yang kuning cerah kayak matahari yah. Lucu loh pas ngeliatnya di dalam sangkar, berbaris bertiga saling elus-elus bulu temannya. Ngusel-ngusel gitu kayak kita kalo lagi sama ibu/mama hehehehe.
Keluar dari Bali Bird Park tiba-tiba aja kepikir, sayang dan miris banget kalau burung-burung lucu dan cantik-cantik di dalam menjadi semakin langka lalu blasss hilang alias punah. Jangan sampe kita hanya bisa nikmatinnya di buku sejarah tanpa pernah bisa lihat aslinya. Semoga makin banyak orang yang sadar dan penggiat lingkungan hidup juga makin banyak.

Photos taken by me and my sister from my "canny"

Minggu, 18 Januari 2015

BALI - INDONESIA - DAY ONE

Agak nekat juga sebenarnya waktu memutuskan ingin pergi ke salah satu detinasi favorit, yang bukan hanya milik Indonesia tapi juga dunia ini, yup ke Bali akhir tahun 2014 kemaren. Bukan hanya nekat
karena perginya akhir tahun, tapi juga saat peak season pas libur natal kemaren. Jangan tanya biayanya karena sungguh cukup menjebol tabungan hehehehe.
Tapi entahlah karena sudah jadi rutinitas favorit pergi pas tanggal segitu tiap tahun pasti maunya pergi. Di mulai dari 2010 lalu keterusan dan bikin ada yang tinggal kalo gak pergi pas tanggal 25
hehehe (ngeles banget).
Liburannya emang gak pernah lama, ini aja hanya 4 hari PP, tapi pergi di hari itu membuat spesial sendiri. Hari dimana Allah kasih saya kesempatan untuk bisa melihat dunia, untuk merenung lebih jauh dan bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki saat ini. Tadinya ingin pergi berdua sama saudara karena saya memang belum pernah ke Bali. Namun rencana berubah karena ibu mendadak ingin ikut. Jadi kita bertiga pergi, cewek-cewek semua. Bagi-bagi tugas dengan saudara, karena rencana awalnya hanya berdua tadinya hanya ingin sewa motor doang dan menikmati quality time. Namun karena ketambahan ibu jadinya sewa mobil. Karena saya udah kebagian akomodasinya, saudara jadi kebagian transportasinya hehehehhehe.
Awalnya sama sekali gak berniat untuk mengunjungi daerah Bedugul. Karena nginepnya di Kuta, mikirnya hanya mau ke destinasi yang deket-deket sana aja. Tapi karena udah sewa mobil yah sekalian lah yah gak mau rugi hahahaha. Akhirnya mengunjungi Pura yang tekenal di Bedugul. Pas menuju ke sana cuacanya aneh-aneh. Dari Kuta cerah, memasuki daerah Bedugul ujannya compang-camping. Satu jalan kita kebagian ujan yang deressssss banget, eh satu jalan lagi kering kerontang. Kalo naik motor kayak gitu bener-bener diketawain orang dah. Namun, sopirnya emang udah kasih tahu kalo cuaca di Bedugul ini bisa berubah dalam sekejap saja.
Sampe di Bedugul panas ampun. Setelah melihat pura yang sering dilihat di FTV dan puas foto-foto kami berkeliling tamannya yang tertata apik. Beberapa pengunjung bermain naik perahu bebek di seputaran danau. Kalo saya milih muter kawasan pura dari ujung ke ujung hehehehe.
Salah satu taman di sudut Pura Bedugul

Turun dari wilayah Bedugul sebelum singgah di Pura Tanah Lot kami mampir ke Alas Roban. Alas Roban ini sama kayak Uluwatu, di sini juga banyak monyet-monyetnya. Namun lebih jinak ketimbang di Uluwatu dan ukuran monyetnya buset gede-gede banget. Dan satu lagi yang amazing, ada sekumpulan kelelawar yang guedenya minta ampun. Seumur-umur lihat kelelawar raksasa yah ini nih di sini, di Alas Roban. Kita juga bisa foto dengan kelelawar-kelelawar raksasa ini. Saudara perempuan saya sempet takut dan nanya apakah kelelawar ini bersih. Ternyata mereka dimandiin tiap hari jadi aman dipegang buat foto. Selain kelelawar ada juga ular, namun kita pilih foto sama kelelawar aja deh ketimbang ular gede itu.
Ini dia yang gak boleh dilewatin. Pura Tanah Lot. Kebetulan saat saya berkunjung ke Bali, masyarakat Bali baru selesai merayakan Galungan, jadi sepanjang jalan mata saya bertemu dengan pemandangan penjor yang di pasang, bau garu yang dibakar, dan sesajen yang diletakkan di sepanjang tempat. Saat saya berkunjung sore itu umat Hindu sedang melakukan sembayangan, jadi para pecalang beredar di mana-mana mengawasi ketertiban dan keamanan. Laut sore itu tampak tenang dan pasang belum datang sehingga saya dan saudara turut menyaksikan umat Hindu menyebrang lautan untuk sampai menuju Pura di atas bukit.
Rasanya heran campur penasaran dengan adat istiadat masyarakat Bali. Bayangkan di tengah-tengah dunia kehidupan di Bali yang gemerlap dengan orang dari berbagai belahan dunia datang setiap hari, mereka bisa tetap menjaga adat leluhurnya tanpa harus merasa terganggu, mereka tetap bisa khusuk melaksanakan ibadahnya. Seperti sore itu Tanah Lot ramai dengan kunjungan turis, namun masyarakat di sana tetap bisa dan mampu melaksanakan upacara mereka. Awesome.
Pura Batu Bolong - Tanah Lot - Bali - Indonesia
Saya dan saudara serta ibu saya menutup hari pertama di Bali itu dengan mengunjungi Jimbaran. Salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan sang surya tenggelam ke peraduannya. Kami memesan table dan seafood untuk makan malam sambil bercerita dan menyaksikan matahari pelan-pelan turun. Subhanallah, pemandangan ciptaan Illahi yang gak bisa ditukar dengan apapun. Betapa sempurnanya Sang Ilahi melukis panorama pada kanvas alami. Kami makan sambil ngobrol besok hendak kemana, saya dan saudara bingung mau kemana, akhirnya kami putuskan besok ke Ubud dan mengunjungi Bali Birds Park. Sssstttt welcome drink di resto yang saya pilih di Jimbaran ini enakkkk bangettttt. Hehehehehehe. Okeh lanjut postingan berikutnya ......... ^_____^

Photos taken by me from my "canny"

Destinasi :
Pura Bedugul
Alas Roban
Pura Tanah Lot
Pantai Jimbaran

Minggu, 14 Desember 2014

Danau Toba - Samosir Island - Parapat - SumUt - Indonesia - ShortTrip


Sekali lagi nih memanfaatkan waktu hihihihi.
Dalam rangka menghadiri undangan sahabat yang merit di Medan,
Kita mencuri waktu untuk bisa ngebolang ke Parapat.
Walaupun jarak tempuh Medan-Parapat sampai 6 jam, demi sebuah karya seni
ciptaan Sang Ilahi kita belain ke sana hehehe.
Dan yeay lelahnya perjalanan benar-benar terbayar.
Begitu membuka jendela dan pintu teras dari penginapan pagi harinya 
view yang indah menyambut seperti mengucapkan selamat datang.
Foto yang saya take di atas tidak difilter atau di edit sama sekali.
Saya sungguh terkagum-kagum dengan view nya.
Bener-bener danau yang indah, lebih indah dari ceritanya yg sudah terkenal
bahkan sampai mancanegara. Danau vulkanik yg sarat cerita.
Mengenal kekayaan alam Indonesia ini pertama kali waktu duduk di SD.
Di salah satu buku pelajaran Bahasa Indonesia diceritakan tentang
dongeng asal usul Danau Toba dan pulau samosinya.
Tentang seorang ikan ajaib yang diselamatkan oleh seorang pemuda desa.
Mereka kemudian menikah dan membuat perjanjian agar sang pemuda tidak
menceritakan tentang siapa dirinya yang seorang ikan kepada anak lelaki mereka.
Namun karena kemarahan sesaat sang pemuda membuka cerita kepada anaknya.
Lalu hujan dan guntur datang, menenggelamkan daerah sekitarnya.
Hanya tempat si anak yg menyelamatkan diri tidak tenggelam dan menjelma 
menjadi sebuah pulau yang kini di kenal dengan pulau Samosir.
Kami juga menyempatkan waktu untuk menonton pertunjukkan Si Gale-Gale.
Sebuah boneka kayu yg aslinya digerakkan oleh mantra-mantra, jadi si boneka
dimasuki semacam roh yg membuatnya bisa bergerak tanpa bantuan manusia.
Pertunjukkan ini ada di daerah Tomok-Pulau Samosir dan sangat terkenal.
Namun untuk pertunjukkan yg kami saksikan ini digerakkan oleh manusia.
Walaupun begitu tetap memikat dan bikin ngeri-ngeri penasaran hahahaha.
Ongkosnya lumayan, sekali pertunjukkan IDR 80K untuk satu kelompok.
Dan foto-foto dengan Si Gale-Gale setelah pertunjukkan tentu tak boleh lewat.
Si Gale-Gale ini juga berasal dari sebuah legenda loh.
Singkatnya dulu ada Raja di Samosir yg kehilangan anak lelakinya.
Seorang dukun kerajaan yg kasihan melihat kesedihan Rajanya membuat sebuah
boneka kayu, lalu dengan kekuatan mantranya dia membuat boneka itu bisa bergerak.
Cuaca di sana cerah banget, foto-foto di atas tidak ada yang di edit sama sekali.
Saya jatuh cinta sama langit dan awannya. Bersihhhhh dan biruuuu banget.
Kami tidur malamnya tanpa AC dan udaranya dingin banget, apalagi airnya hahaha.
Untungnya penginapan tempat kami menginap terdapat fasilitas air hangat.
Jadi saya masih sanggup mandi dan keramas hahahahaa.
Panas mataharinya terik banget. Tapi bukan terik menyengat seperti di Jakarta.
Panasnya adalah panas matahari asli, bukan karena udara asap yg keperangkap
gak bisa keluar ya.
Tujuan utama kalo ke Samosir ada dua yakni Tomok dan Tuk Tuk.
Tomok ramai oleh stan-stan oleh-oleh khas Samosir, pertunjukkan Si Gale-Gale,
Makam Raja dan Museum Batak.
Kalo di Tuk-Tuk menawarkan landscap pemandangan Toba, ehmm kalo kata teman yg
tinggal di Medan, Tuk-Tuk itu kayak Bali-nya Sumut.
Di Tuk-Tuk banyak ditemui para ekspatriat.
Sayang karena waktunya sempit banget kami batal ke Berastagi.
Destinasi kedua kalo berkunjung ke Sumut setelah Parapat-Toba.
Mudah-mudahan suatu hari saya bisa pergi ke sana untuk menyaksikan air terjun
yg indah, Air terjun Si Piso-Piso.
Oh iya saya lupa, ada satu lagi tempat yg bisa dikunjungi kalo ke Parapat.
Istana Kepresidenan yg sekarang dikenal sebagai Hotel Niagara.
Di dalamnya ada satu rumah tempat dulu Pak Soekarno diasingkan oleh penjajah.
View dari atasnya tak kalah elok.
Trims buat Mas Dedi dan Mbk Yeni yg sudah undang kita.
Buat teman perjalanan Mas Kiki, Mbk Reta, Ai, Wiki, dan Mas Dimas minus Mas Arif.
Yuk mari atur rencana next ShortTrip berikutnya hehehehehe.
#IndonesiaKaya #BanggaIndonesia #HeadscarfShortTrip

Photos taken by me from my "canny" and "Tongsis Mbk Ret" and Ai's camera

Jumat, 28 November 2014

Short Trip : Tanjung Putus Islands - Lampung - Indonesia

Kepulauan yang masuk dalam wilayah Lampung Selatan.Dari kota Bandar Lampung sekitar 2 jam perjalanan. Destinasi yang patut dicoba jika ingin menghabiskan waktu liburan yg singkat, menarik, indah, dan penuh ketenangan.Udara lautnya segar. 
Jauh dari keramaian dan urusan gadget. Pemandangan bawah lautnya patut dijelajahi. 
Dan air lautnya biruuuuuu jernih. Awalnya kami ingin ke Pahawang, 
namun karena di pulau Pahawang belum ada penginapan yang cukup layak untuk para petinggi kantor. Jadi destinasi diubah ke Tanjung Putus yang sudah memiliki cottage.
Harganya lumayan mahal, satu malam seorang bisa sampai IDR 750K.
Namun itu sudah termasuk kapal penyeberangan PP dari dermaga Ketapang ke Pulau dan makan 3 kali.  Kamar-kamarnya bersih dan disediakan AC.
Dari dermaga Ketapang ke pulau masih memakan waktu 30-60 menit.
Lebih cepat kalau menggunakan speedboat.
Namun rasanya naik speed wuihhhh berasa main rollercoaster pagi-pagi.
Air lautnya muncrat kemana-kemana kalau sedang berpapasan dengan kapal lain. Hahahahahaha bener-bener seru abizzzzzzz.
Sempet nyobain snorkeling di Tj. Putus. Disekitar gazebo aja pemandangan 
bawah lautnya kece. Ikannya jinak-jinak banget.
Dilempar roti, wuihhh langsung ngejer berkerumun.
Sayang, saya gak berani snorkeling terlalu jauh. Belum ada life guard, 
jadi agak takut kalo kenapa-kenapa.
Padahal saya penasaran banget di tempat yg agak dalam pasti lebih keren.
Beberapa teman juga asyik main kano.
Akhhh bener-bener short trip yang duile banget dah.
Kerennnnnnnnn.
Jumat malam berangkat dari Palembang via bus dan tiba di Ketapang pagi harinya.
Langsung cussss main air dan explore pesisir Tj. Putus.
Minggu pagi sudah balik ke Palembang.
Really nice.
#indonesiakaya #banggaindonesia #headscarfshorttrip
Can't wait to another trip =D

Some photos taken by me from my  "canny"