Senin, 06 Februari 2012

When In Rome

Actor/Actress : Josh Duhamel/Kristen Bell
'From the studio that brought you The Proposal'
Unsurnya masih drama komedi tapi tetep asyik buat diikutin dan yang pasti ringan.
Kadang kita tidak menyadari bahwa hal baik akan datang ketika kita sudah jenuh dan rela melepaskan semua harapan yang pernah ada dengan hati yang plong.
Seperti yang terjadi pada Elizabeth "Beth"
Pacarnya pergi lantas ingin kembali. Siapa yang mau kembali???
Dan Beth memutuskan akan menekuni karirnya sebagai kurator ketimbang balikan.
Dan teganya, sang pacar bilang bahwa Beth bukanlah siapa-siapa.
Ditengah 'tsunami' patah hati, sang adik 'Joan' mengumumkan bahwa ia telah bertunangan dan akan segera menikah di Roma.
Beth nekat pergi meski sang bos sedikit melarangnya.
Dan yihaaaa siapa menyangka bestman sang mempelai pria mampu membuatnya tertarik.
Tapi sayang Beth sempat melihatnya akrab dengan salah seorang perempuan dia pesta dan mengambil kesimpulan bahwa memang dia tak pantas untuk pria manapun.
Setengah mabuk Beth menceracau pada di depan air mancur yang terkenal dengan harapan cintanya. Bahwa siapa saja yang membuat permintaan disana dengan melemparkan sekeping koin akan dikabulkan.
Dan dengan bodohnya Beth mengambil beberapa koin milik pengunjung di dalam kolam.
Dimulailah kutukan-kutukan yang menggelikan.
Sekembalinya ke Amerika tiba-tiba saja beberapa pria aneh mengejarnya dan menyatakan cinta dengan cara yang konyol.
Dan siapa yang mengira ternyata Nick 'sang bestman' juga menaruh perhatian pada Beth.
Apa yang selanjutnya terjadi ketika Beth mengira Nick menyukainya karena berada dibawah pengaruh mantra.
Akankah Beth akan patah hati untuk kesekian kalinya???????
^^

Minggu, 05 Februari 2012

To Kill A Mockingbird by Harper Lee

Bersetting tahun 1930an dimana pada masa itu jurang antara kulit hitam, kulit putih dan kulit berwarna masih begitu dalam.
Mengambil lokasi di sebuah kota kecil bernama Maycomb County, Alabama. 
Harper Lee berhasil membawa kita menelusuri pandangan orang tentang perbedaan kulit dari kacamata seorang gadis kecil nan cerdas yang belum genap berusia 9 tahun.
'Berpetualang' bersama sang kakak Jem yang lebih tua 4 tahun dan seorang teman, Dill, yang berkunjung setiap musim panas, Scout perlahan memahami apa yang terjadi.
Ketika sang Ayah yang seorang pengacara mendapat tugas untuk membela seorang 'nigger' sebutan untuk kulit hitam pada masa itu.
Scout menjadi bulan-bulanan teman-temannya. Dia berkelahi, bahkan dengan sepupu jauhnya sendiri, bukan karena ayahnya disebut pecinta nigger, karena sesungguhnya dia sendiri tidak mengerti istilah itu.
Gadis kecil itu mengamuk karena cara mereka menyebut pecinta nigger bernada menjijikkan dan sungguh tak enak didengar.
Dia  makin tidak mengerti ketika juri pengadilan memutuskan Tom bersalah padahal jelas sekali kalau Tom tidaklah bersalah.
Apa hanya karena Tom seorang nigger lantas dia bersalah.
Bukankah mau dia berkulit hitam, putih, berwarna, miskin, kaya, terhormat atau tidak mereka tetaplah seorang manusia. Titik. Manusia. Itu saja tidak ada yang lain.

Buku yang menarik. Pantas saja kalau penulisnya bisa sangat mendunia walaupun hanya dengan satu buku ini.
Harper Lee berhasil membuat pembacanya menyadari arti Hak Asasi Manusia tanpa harus menggurui.
Dan saya sangat suka dengan watak Scout. Walaupun dia sangat temperamen tapi dia begitu demokratis dan menghormati orang-orang disekelilingnya tanpa pilih.
Cara dia mengutarakan pendapatnya pada sang paman waktu dia dimarahi karena memukul sepupu jauhnya menyadarkan kita bahwa sekalipun dia anak kecil dia pun harus diperlakukan adil.
Harus didengar terlebih dahulu pendapat dan alasannya kenapa dia sampai memukul sepupu jauhnya.
Baru setelah itu silahkan hukum dia.
Keren, keren banget sampai memukul telak sang paman dan juga saya.
Rugi banget kalo sampai melewatkan novel ini karena begitu banyak pelajaran yang bisa diambil.
Bravo Harper Lee. Love U XOXO

Sabtu, 04 Februari 2012

Karena Kamu (end)


Karena Kamu

            Siapa yang tidak mengenal Jihan dan Kanti. Dua gadis yang sejak pertama kali mengenal bangku sekolah sudah bersahabat. Sekarang ini mereka sama-sama kelas tiga SMU. Jadi kalau dihitung-hitung sudah dua belas tahun mereka saling mengenal. Bukan hanya mereka, tapi keluarga masing-masing pun sudah saling menganggap satu sama lain sebagai keluarga.
            Tapi yang namanya persahabatan pasti ada ujiannya, tak terkecuali mereka berdua. Bahkan persahabatan yang mereka anggap kuat ini pun ternyata cukup rapuh untuk dihempas oleh gelombang cobaan. Cobaan sederhana yang nyaris mampu mencerai-beraikan ikatan mereka. Tapi seperti segala sesuatu yang harus ada awalnya. Penyatuan ikatan yang nyaris putus itupun harus dimulai dengan kerelaan sebelah pihak yang mau memulai untuk menyambung ikatan itu kembali. Dan karena penerimaan yang lain akhirnya mampu mengeratkan ikatan itu kembali.
            Seperti segala hal yang sulit untuk kembali ke asal setelah rusak. Ikatan mereka pun seperti itu. Akhirnya dengan keputusan bersama, mereka ingin membuka pintu untuk orang-orang lain yang mungkin menjadi sahabat-sahabat baru mereka. Jadi, kalaupun sekarang mereka punya teman jalan dan gaul masing-masing, tetap saja satu sama lain akan menjadi pelabuhan terakhir untuk menghabiskan waktu bersama-sama, berdua, bercerita dan tertawa bersama.
***
            Di SMP Bakti Negeri Kota Palembang, siapa yang tidak mengenal Ganang Satio Pritjahyono. Sekalipun bukan kapten basket dan hanya berstatus sebagai anggota, namanya tidak asing lagi bahkan sampai ke sekolah-sekolah tetangga. Otaknya yang lumayan encer untuk ukuran anak laki-laki yang terkenal malas dan kesupelannya bergaul yang tidak pilih-pilih adalah modal dasarnya.
            Sama seperti anak SMP yang sedang puber-pubernya. Jihan dan Kanti pun sedang dalam masa pencarian. Kanti yang pernah sedikit mengenal Ganang karena dulu pernah bersekolah di TK yang sama hanya salut pada cowok itu tidak lebih. Sedangkan Jihan ikut-ikutan bergabung dalam geng anak-anak cewek yang semuanya menganggap Ganang sebagai gebetan. Namun sebagai sahabat yang selalu bersama, Kanti selalu terlihat berada diantara sekelompok cewek-cewek itu, apalagi kalau bukan menemani Jihan menonton pertandingan basket yang dijalani Ganang.

NBL 2011-2012 Palembang \^^/

Salah satu Event yang sangat ditunggu-tunggu. Dulu berharap bisa dapet di Jakarta, salah satu alasannya untuk bisa nonton ya Event ini hehehe. Thank God has heard our pray dan punya kesempatan untuk menyaksikan acara ini di Palembang.
Acara yang digeber selama 9 hari ini cukup membuat kota Sumsel dan Palembang khususnya menjadi semarak. Akh iya, saya bukanlah pecinta basket  atau kegiatan olahraga yang fanatik tapi memang sudah mengikutin acara ini dari masih jaman IBL di TeVe. Sayang acara ini sekarang hanya sesekali saja masuk TeVe jadi kadang saya mengikutinya dengan membaca berita di koran, sama seperti acara olahraga lainnya.
Mudah-mudahan acara ini tidak hanya tahun ini tapi akan ada di tahun-tahun mendatang, aminnnnn *kenceng* hehehe ^^

 Tim dari Comfort Mobile BSC Jakarta (atas) >< Satya Wacana Salatiga (bawah)
Kemenangan pertama diraih oleh Satya Wacana. Tapi saya lupa skornya berapa. *lupafoto* hehehhe



Pertandingan dua tim papan atas NBL antara Aspac Jakarta >< Garuda Bandung
Kemenangan tipis menjadi milik Aspac ^^

Pelita Jaya Esia Jakarta >< CLS Knights Good Days Surabaya
Akhirnya bisa melihat Kelly Purwanto yang sekarang ada di Pelita Jaya bertanding langsung :p
Kemenangan menjadi milik Pelita Jaya Esia, Bravo \^0^/

Tiga pertandingan yang saya lihat ini adalah pertandingan Opening alias hari pertama Sabtu tanggal 28 Januari 2012.
Setelah melihat langsung saya jadi suka permainan Tim Aspac, solid, defense dan offense-nya bagus. Mudah-mudahan terus berlanjut ^^
Satya Wacana Salatiga juga lumayan, staminanya sudah tidak terlalu kedodoran lagi. Mudah-mudahan bisa memetik kemenangana selanjutnya ^^
Dan yang terpenting, mudah-mudahan tahun depan Palembang bisa menjaadi tuan rumah lagi. =D