Sabtu, 03 September 2011

Full House

Salah satu seri komik yang saya suka, sudah lebih dari 10 kali dibaca dan belum bosan hehehe =P
Komik karangan Won Soo-Yeon yang sudah pernah difilmkan. Dimainkan oleh aktris berbakat Song Hye Kyo dan aktor Rain dan membekas di hati pemirsa termasuk saya.
Dorama korea jaman saya SMA yang hingga kini masih berkesan =D
Namun, kalo saya boleh saran cerita komiknya lebih seru ketimbang filmnya, secara saya suka ngayal jadi tokoh2 komiknya ya suka2 saya menghidupkannya, tentu dalam ingatan saya hehehehe

Secara keseluruhan konflik yang dibahas sama dengan film, dimana Elli (nama tokoh di komik) berusaha mempertahankan kepemilikan full house yang sudah digadai oleh ayahnya dalam permainan poker kepada Henry. Merasa masih memiliki hak atas rumah itu Elli berusaha mempertahankannya dari si pembeli baru yang ternyata seorang bangsawan dan aktor terkenal Inggris, Raider Bay.
Raider yang sedang tertimpa gosip Gay setuju atas usul gila temannya untuk berpura-pura mencari seorang pacar atau tunangan demi meredam gosip Gay tersebut. Takdir mempertemukannya dengan Elli tanpa sengaja oleh suatu kecelakaan mobil. Begitu melihat Elli yang ngotot mempertahankan rumah itu, Raider menjadikannya tunangan dengan imbalan berbagi full house dengan Elli. Demi full house, Elli menyetujui usul tersebut. Mulailah ia menjalani peran sebagai tunangan seorang bintang film terkenal dengan segala tekanan dari orang sekitarnya. Miranda, sang manajer Raider. Philix, laki2 yang pernah disukai Elli, Beth, adik Raider, bahkan dari Cristin sahabatnya sendiri yang sangat tidak menyukai Raider karena embel2 playboynya.
Ketika pria dan wanita menjadi dekat walaupun dari awal tak ada rasa, siapa yang akan menduga kelanjutannya. Seperti pepatah yang berbunyi "hati orang siapa yang tahu"
Rasa curiga, ketidakpercayaan, cemburu, adalah bumbu yang semakin mendekatkan. Tinggal melihat kedalam seberapa jauh keinginan untuk mempercayai dan mengakui bahwa ada rasa didalam sana.
Begitu juga dengan yang terjadi pada Raider dan Elli, kesalahpahaman, ketidakpercayan, dan keraguan menjadikan mereka terpisah jauh. Namun satu peristiwa kecelakaan membuka semuanya.

Saya kasih empat jempol deh buat komik ini hehehehehehe, harus baca sampe selesai.
Awalnya alurnya agak lambat namun seiring cerita kita seperti merasakan perasaan yang dirasakan Elli terhadap Raider.....^^b
Selain ceritanya, gambarnya juga bagus, makin kebelakang gambar dan karakternya makin berkembang, makin kinclong hihihhi

Ok deh sekian sekilas infonya....^________^

Selamat membaca dan terhanyut oleh kisahnya.

Selasa, 23 Agustus 2011

sweet Jealously

Kadang rasa itu muncul begitu saja, perasaan ingin bisa merasakan seperti yang dirasakan orang2.
Ingin dan berharap bisa memiliki apa yang dimiliki orang. Akhhh untungnya hanya sebatas keinginan, bukan rasa iri yang menggebu dan menyakitkan. Kadang malah perasaan ini seperti semacam cambuk yang mampu membuat tersadar dari mimpi dan pelecut untuk bisa lebih baik.

 Kadang rasa iri memang perlu untuk sekadar penyemangat dan cambuk.
Akhhhh namun jujur kadang aku iri pada mereka yang bisa dicintai dan mampu juga mencintai dengan segenap jiwa, dengan ketulusan tanpa pamrih. Jujur, aku belum pernah merasakan seperti apa cinta yang manis itu, seperti apa rasanya berkorban dan merelakan. Jika aku bertemu dengan mereka yang memiliki bagian dari jiwa mereka, rasanya rasa iri itu seperti merembes di dalam diri, membuat pikiranku melanglang dan meloncat tak karuan.
Aku mencintai pekerjaanku dan ingin terus berkembang bersamanya, namun didasar hati aku menginginkan keluarga kecil, keluarga kecil milikku sendiri.
Jadi.....biarkan rasa iri ini merembes, menembus tulang, darah, dan daging hingga mencapai ke jantung, menyatu dengan harapan-harapan hingga kelak dia terwujud.
Mungkin inilah yang disebut rasa iri yang manis...........!!!!!!!!!!!!!!



Selasa, 17 Mei 2011

Libur Waisak

Wah libuurrrrrr, lumayan buat males-malesan hehe.
Saya beruntung sekali pernah kuliah diantara semua pemeluk agama yang diakui di Indonesia.
Sedikit banyak saya belajar bagaimana perasaan mereka yang seringkali dianggap minoritas, bagaimana perasaan takut mereka tentang sebuah diskriminasi.
Libur Hari Raya Waisak kali ini saya kembali merasa bersyukur bahwa saya masih memiliki mereka yang merayakan hari suci ini dan masih bisa mengucapkan selamat hari raya pada mereka.
Thanks God for all of you has given to me ^^


Kendati saya tidak merayakannya semoga damai ada untuk kita semua, untuk negeri kita, dan untuk dunia.
Mungkin disini teman-teman yang merayakannya bisa merasakan perayaan yang khusuk, namun dibelahan dunia lain diluar sana masih banyak yang merayakannya dalam sebuah keterbatasan. Semoga damai ada untuk mereka semua. ^^

Rabu, 11 Mei 2011

Dear Diary

Diary,
Aku ingin sedikit cerita, aku sudah bercerita pada Tuhan dan masih ingin sedikit menuliskan semuanya. Tak apa kan kalo aku menorehkan sedikit cerita padamu.
Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dan memang ternyata ada yang aneh. Bagaimana bisa perasaan itu tiba-tiba muncul dan menyebar dengan begitu cepatnya sampai aku sendiri bertanya-tanya. Ya diary ini tentang perasaanku, tentang sebongkah rasa yang membuat aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Aku suka dia diary, suka sampai hatiku ingin meledak. Jujur aku ingin menghapusnya dan berharap ini tak pernah ada karena aku tidak mau hancur diary, aku tidak mau sakit lagi. Aku sedang mempertanyakan apa rasa ini hanya sebuah kekaguman atau memang rasa yang patut dinilai. Diary, aku tak sanggup karena aku memang bukan jenis wanita yang akan dipilihnya dan ini yang membuat sakitku makin terasa. Aku harus apa dan bagaimana diary??????
Mungkin dia memang brengsek, tapi beberapa kali melihat fotonya bersama anak-anak, hatiku berbisik bahwa kelak dia akan menjadi ayah yang baik, ayah yang mau dekat dengan anak-anaknya. Melihatnya tersenyum dengan nyaman sambil menggendong anak perempuan, tanpa perasaan kaku atau canggung, jujur hatiku tersenyum. Diary bantu aku untuk menguburnya, katakan pada Tuhan bahwa kalo memang tak ada jalan aku ingin kami tetap berteman, seperti ini, tanpa sedikitpun pengharapan dari dalam hati ku, pleaseeeee diary sampaikan pada DIA