Sabtu, 18 Februari 2012

Iseng





Gambar-gambar model ini diambil dari Kompas Minggu
Berhubung lagi bosan tak ada kerjaan jadilah ini
Awalnya ingin buat gantungan kunci, ceritanya potongan-potongan ini akan dibawa ke toko buku buat di laminating namun belum sempat sampai saat ini
Jadilah potongan-potongan ini masih 'terdampar' dengan manis diatas meja
Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi ^^

The 'bling bling'





The earrings is there since i'm in junior high school ^^
Given rings from my lovely Mom when i am a senior high school
My necklace that bought from my first 'bonus' hehehe that's why i'm so lovely with this necklace
And this is a imitation earring hhahaaha, i remembered the reason that made me bought this it. I didn't have earrings at that time but i had to come in my senior wedding's party. so i think that i could wear this earrings for a while hahaha
But the funniest is until now i'm still wearing this earrings hahahaha

Jumat, 10 Februari 2012

work eQuipments







Hari ini iseng ^^
Kerjaan sudah, bengong, cengok, mati gaya
Keluarin haPe, sudah deh jadinya cekrek sana cekrek sini
Yg ke foto 'alutista' kerjaan
Wkwkwkwkwk
1. Cash box + ATK
2. Post it, nyang kalo pas ada 'Smart' diumpetin
3. Laci kabinet. Eit jangan salah, nih laci bukan buat tarok berkas tapi sepatu, sandal, tas, dan embel2 lainnya
4. Tempat sampahnya nyempil :p
5. Kring.... kring "halo, selamat siang. Dengan desi ada yang bisa dibantu?"
jawaban kudu smart =D
6. Printer yg berisiknya minta ampun ngalahin petir
7. My 'Kompi'
Ckckcckk gue punya dua loh hahahaha


Senin, 06 Februari 2012

Up by Disney-Pixar

 
Kata pertama yang keluar begitu menonton pembukaan film kartun dari Disney Pixar ini adalah Soooooo Sweeettttttttt
Jadi inget novelnya Ainun & Habibie yang saya baca dengan gaya sapu jagat =D
Lagi-lagi kepolosan seorang anak mampu meluluhkan seorang kakek yang sangat keras semenjak ditinggal meninggal isterinya--kekasih sejatinya.
Demi menjaga rumah yang menjadi saksi bisu pertemuan mereka dan mewujudkan mimpi sang isteri untuk bisa membangun rumah di 'tanah yang hilang', Mr. Fredricksen 'sang kakek' rela mengangkut rumahnya dengan ribuan balon udara dan melarikan diri dari dinas sosial.
Tak sengaja seorang anak kecil gemuk nan menggemaskan ikut terbawa bersamanya 'Russell'
Dia adalah petualang liar berusia delapan tahun. Mungkin di Indonesia setingkat pramuka siaga SD yang sangat ingin melengkapi pin petualangnya untuk bisa menjadi petualang senior. Dan pin yang kurang adalah pin untuk membantu manula.
Ketika badai menghempaskan rumah terbang Mr.Fredricksen, Russell setuju membantu dengan iming-iming diberi pin oleh sang kakek.
Dan dimulailah petualangan mereka melintasi hutan dan pegunungan untuk menemukan tanah yang hilang.
Pertemuan dengan sang petualang 'Muntz' idola masa kecil kakek dan sang isteri ternyata memperlihatkan betapa demi ambisi seseorang bisa melakukan apa saja.
Ketika ambisi itu sudah terlaksana seperti yang terjadi pada sang kakek justru kehampaan yang dirasakannya.
Apalagi ketika ambisi itu justru mengorbankan orang-orang disekeliling kita yang ternyata begitu peduli justru kehilangan yang menusuk-nusuk yang dirasakan.
Setiap orang punya alasan untuk berubah seperti yang terjadi pada kakek sebelum dan sesudah pertemuan dan perpisahan dengan sang isteri.
Tapi semoga semua itu tidak membuat kita menutup diri dari orang-orang disekeliling kita.
Dan semoga kita bisa seperti Russell yang senantiasa memiliki harapan dalam tawa kendati dia begitu menginginkan untuk bertemu dengan sang Ayah.