Kamis, 15 Mei 2014

Balaputradewa Museum, Palembang, Sumsel, Indonesia

Sudah lama banget sebenarnya pengen kemari, tapi waktu dan rasa malas membuat keinginan itu menguap.
Okeh, museum memang amat sangat identik dengan sepi. Tapi buat saya itu adalah hiburannya hehehe.
Banyak loh hal yg dipelajari, membuka wawasan tentang asal muasal suatu kejadian.
Museum itu seperti kotak pandora, secara gak langsung kenapa kita ada di sini sekarang yah karena sejarah.
Harga tiket masuk nih museum amat sangat murah, cuma dua ribu perak buat orang dewasa.
Murah banget kan!!!! iya kan???? hehehe
Saya kunjungan bukan hanya sekadar mau melihat koleksi dan belajar, tapi mau cari objek foto *wink*.
Kayak kata pepatah lah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Rata-rata koleksinya adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya masa silam.
Sambil melihat-lihat tanpa sadar saya ber oh akh, iya nih prasasti pernah lihat di buku sejarah waktu SD.
Akh yg ini ada di buku waktu SMP. Amazing. Gorgeous. Excited.


Prasasti yg dipahat pada batu dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta



Patung-patung sang dewa dan gambaran manusia tempo dulu yg dipahat pada batu

Dewa yg disembah oleh masyarakat masa silam

 Koleksi senjata yg digunakan oleh masyarakat zaman dulu yg masih bisa kita kenali hingga zaman modern sekarang

Alat tenun dan kain hasil tenunan yg menjadi ciri khas masyarakat Sumatera Selatan, Songket

Naskah kuno yang masih menggunakan pelepah pohon/bambu



Alamat museum Balaputradewa :
Jalan Sriwijaya I No 288 km 5,5
Palembang, Sumatera Selatan

Jam Kunjung :
Selasa-Jumat 08.00-15.30
Sabtu & Minggu 08.00-13.30
Senin dan Hari Libur Nasional tutup

Minggu, 20 April 2014

Pulau Kemaro - Destinasi murah mengenal budaya peranakan di Palembang

31 Maret 2014
Libur murah meriah di seputaran Palembang
Pulau kecil dengan sejarah peranakan yang kental
Perpaduan antara kisah pangeran dari daratan Cina dengan gadis pribumi Indonesia
Membelah sungai Musi yang melegenda dan Jembatan Ampera yang menjadi saksi kota

"Kawasan pesisir dan denyut kehidupannya"
"Tempat sembahyang"
"Ornamen, Killin dan Naga penjaga yang identik"
"Pagoda yang menjulang"
"Sang Budha"
"Matahari yang Cerah"

Beruntung pas ke sana hari cerah, saking cerahnya matahari seperti menggila
Kami berangkat berempat dari dermaga di Ampera, menggunakan perahu ketek dengan tarif IDR 130K
Sekitar 30-45 menit mengarungi sungai musi baru kita sampai di pulau Kemaro yang konon kendati air naik tidak pernah tenggelam atau tergenang air pasang
Cukup menghibur melihat pemandangan sepanjang sungai Musi dengan rumah-rumah panggung, rumah apung untuk isi bahan bakar, kapal-kapal besar yang bersandar sampai masyarakat yang menambang emas secara tradisional



Minggu, 16 Maret 2014

We still dazzling despite just wild flowers

They charm my eyes and attract my lens to catch their charm.
Nice morning, nice weather.




Through my lens





Took these pictures while morning walk with my fams last week.
All of this reminds me of my childhood.
And suddenly i missed all the memories so much.
Need time capsule which can take a throw back to those days hehehe.